AlhamduliLLAH saya ditunjuk menjadi salah satu Wasit Catur PON XVI, dan saya akan kembali menikmati indahnya Jembatan Ampera yang dikenal juga dalam lagunya: SEBIDUK DI SUNGAI MUSI nyanyian ALFIAN.
Buat saya PALEMBANG walau panas adalah kota kenangan yang takkan terlupakan.
Sebelum aktif di per-CATUR-an Nasional, saya pernah ke Palembang dua kali wisata bersama keluarga sekitar thn. 1978 - 1980an. Kemudian th. 1982 wisata sepeda motor rombongan dkk. sekantor saya sebanyak 14 sp.motor / 22 orang (Dari CIAWI BOGOR dengan tujuan: CIAWI - JASINGA - MERAK - KOTABUMI - KAYU AGUNG - PALEMBANG - MUARAENIM - LAHAT - LUBUKLINGGAU - BENGKULU - MUARAENIM - LAMPUNG - JASINGA - CIAWI BOGOR).
Setelah saya aktif dalam per-CATUR-an Nasional saya pernah menjadi Wasit di KEJURNAS CATUR Juni 2002 di PALEMBANG, sempat Shalat Jum'at di Masjid Raya yang sedang direnovasi.
Saya sudah tidak sabar lagi, ingin cepat tiba waktunya PON XVI digelar.
Sahabat saya Bpk. SURATMIN (Wasit Nasional) yang tinggal di PLAJU sudah kirim SMS katanya akan menunggu kami (semua wasit-wasit catur se-Indonesia). "Kita RE-UNI yo" begitu kata Bapak Suratmin.
Mari kita pimpin pertandingan Catur pada PON XVI ini dengan baik, dan penuh keadilan sesuai sumpah dan janji Wasit.
Salam Catur GENS UNA SUMUS ( Kita Satu Keluarga )